PENJUALAN ANGSURAN (INSTALLMENT SALES)
PENDAHULUAN
Penjualan cicilan merupakan fenomena umum di dalam bisnis modern
bahkan telah menjadi trend atau gaya hidup modern. Kebutuhan yang begitu
banyak, disisi lain ingin tetap memiliki barang-barang mewah seperti mobil,
barang elektronik, perhiasan, keperluan investasi dan lainnya padahal
pendapatan terbatas, di dalam fenomena yang seperti ini cicilan menjadi solusi
untuk memperoleh kebutuhan barang barang tersebut, serta pada saat ini banyak
sekali toko-toko online maupun offline yang menyediakan pembayaran secara
angsuran (cicilan), hal ini juga bisa kita temui dalam bisnis real estate yang
umumnya menggunakan system seperti ini. Penjualan cicilan tidak hanya
menguntungkan bagi konsumen tetapi, juga sangat menguntungkan bagi penjual
barang-barang mewah karena dapat meningkatkan penjualannya dengan keringanan
pembayaran melalui cicilan (angsuran). Oleh karena itu sangat penting untuk
mempelajari seluk beluk angsuran yang akan dijelaskan pada Blog ini.
Pengertian
penjualan cicilan serta perbedaanya
Definisi
penjualan angsuran adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan secara
bertahap dalam periode tertentu yang disepakati dan besarnya angsuran dihitung
dengan metode tertentu yang dijelaskan pada bagian berikutnya.
Perlu dijelaskan, bahwa penjualan cicilan berbeda dengan penjualan kredit, penjualan kredit itu dilakukan persyaratan jatuh tempo (2/10, n/30) serta dilakukan atas dasar kepercayaan antara pembeli dan penjual. Sedangkan untuk penjualan cicilan, pembayarannya dilakukan secara bertahap dan biasaya yang menjadi objek transaksi berupa asset tetap seperti bangunan, kendaraan dan lainnya.
Kelebihan dan kekurangan
penjualan cicilan
Pada sudut pandang penjual:
Kelebihan: - bisa menjual barang lebih banyak
- memperoleh
laba yang lebih besar karena ada tambahan dari bunga cicilan
Kekurangan: -memiliki resiko tersendatnya pembayaran dan
gagal bayar
Pada sudut pandang pembeli:
Kelebihan: - memiliki barang tanpa harus menyediakan
uang tunai sejumlah harga produk
Kekurangan: -harga produk akan lebih mahal
-terdapat
denda apabila telat dalam membayar tepat waktu
Hal Hal Yang Diperhatikan
Dalam Sistem Angsuran
1. Hal yang bersifat
non-akuntansi
Masalah ini
meliputi: bagaimana mengurangi terjadinya pembatalan penjualan angsuran,
bagaimana menyediakan perlindungan hukum kepada penjual, bagaimana menyediakan
perlindungan ekonomi kepada penjual.
2. Hal yang bersifat
akuntansi
Hal ini berkisar
pada cara:
A.
Bagaimana pengakuan laba kotor.
B.
Bagaimana penghitungan bunga dan angsuran
C.
Bagaimana pencatatan tukar-tambah.
1.
PENGAKUAN LABA KOTOR
Pengakuan
laba kotor yang sering dipakai dalam penjualan angsuran ada 2, yaitu:
i.
Dasar Penjualan (sales bases atau
accrual bases).
Metode ini cocok
digunakan bagi penjualan angsuran yang memenuhi tiga persyaratan sebagai
berikut:
v Jangka
waktu pembayaran relatif pendek.
v Biaya-biaya
yang berhubungan dengan penjualan angsuran, termasuk biaya penagihan dan
biaya-biaya lain yang dapat ditaksir secara teliti.
v Kemungkinan
terjadinya pembatalan sangat kecil.
Contoh
Soal:
PT. UNIKAN melakukan penjualan angsuran seharga Rp. 12.500.000 dengan syarat pembayaran uang muka Rp. 2.500.000 langsung diterima, sisanya dibayar melalui 4 kali angsuran bulanan, setiap akhir bulan. Harga pokok penjualan Rp. 10.000.000. Bila angsuran tanpa bunga maka pembayarannya adalah sebagai berikut:
Bila perusahaan menggunakan metode akrual maka pada bulan Maret
1990 perusahaan mengakui laba kotornya sebesar Rp. 2.500.000.
ii.
Dasar Kas (Tunai)
a.
Harga pokok penjualan kemudian laba kotor
Pada
saat penerimaan kas sampai dengan Rp 10.000.000 dianggap sebagai pembayaran
harga pokok penjualan (s/d angsuran ke-3 + uang muka), kemudian setelah
memperoleh di atas harga pokok pada angsuran ke-4 baru mengakui adanya laba
kotor.
b.
Laba kotor kemudian harga pokok penjualan
Pada
saat penerimaan uang muka Rp. 2.500.000 dianggap sebagai laba kotor pada bula
Maret 1990 sedangkan pembayaran berikutnya tidak menerima laba kotor karena
merupakan pembayaran bagi harga pokok penjualan (angsuran ke-1 s/d angsuran
ke-4).
c.
Harga Pokok Penjualan dan Laba Kotor diakui secara
proporsional
Yaitu suatu metode dimana harga pokok penjualan dan laba kotor diakui secara bersama-sama untuk setiap periode penerimaan kas.
1.1. METODE PENCATATAN DALAM PENJUALAN ANGSURAN:
a)
Untuk mencatat penjualan
dan penerimaan uang muka:
Kas xxxx
Piutang
Penjualan Angsuran 19XX xxxx
Penjualan
Angsuran xxxx
Apabila perusahaan
menggunakan sistem prepertual maka perusahaan harus mencatat harga pokok
penjualan, yaitu:
HPP Penjualan
Angsuran xxxx
Persediaan
xxxx
Untuk penjualan
real estate (tak bergerak) dapat langsung mengkredit rekening aktiva sebesar
harga pokoknya.
Kas xxxx
Piutang Penjualan
Angsuran 19XX xxxx
Laba
kotor yang belum terealisir xxxx
Aktiva
xxxx
b)
Untuk mencatat penerimaan angsuran:
Kas xxxx
Piutang
Penjualan Angsuran 19XX xxxx
c)
Untuk mencatat harga pokok penjualan
angsuran:
Apabila perusahaan
menggunakan sistem fisik, maka pada akhir periode perusahaan harus membuat
jurnal penyesuaian untuk mencatat harga pokok penjualan angsuran dan harga
pokok penjualan biasa, sebagai berikut:
HPP
xxxx
HPP-Penjualan
Angsuran xxxx
Persediaan
xxxx
Pengembalian pembelian xxxx
Potongan pembelian xxxx
Persediaan xxxx
Pembelian xxxx
Biaya angkut pembelian xxxx
d)
Untuk mencatat laba kotor yang belum
direalisir:
Penjualan
Angsuran xxxx
HPP-Penjualan
Angsuran xxxx
Laba kotor
belum direalisir 19xx xxxx
e)
Untuk mencatat laba kotor yang belum
direalisir:
Laba
kotor belum direalisir 19 xx xxxx
Laba kotor belum direalisir 19xx xxxx
2.
PENGHITUNGAN BUNGA DAN
ANGSURAN
Dasar
perhitungan bunga dan angsurannya dapat dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut:
1.
Bunga Tetap dan Angsuran Pokok
Pinjaman Tetap
2.
Bunga Menurun dan Angsuran
Pokok Pinjaman Tetap
3.
Bunga dan Angsuran Pokok
berdasarkan Annuitas
A. Bunga Tetap dan Angsuran Pokok Pinjaman Tetap artinya besarnya bunga dan angsuran pokok pinjaman setiap kali
dilakukan pembayaran kredit besarnya sama.
Contoh Soal 1:
Pada tgl 1 Januari 1997 PT Grenada menjual barang dagangan sebesar
Rp 16.000.000 dengan uang muka 25% dan sisanya diangsur sebanyak 4 kali setiap
31 Des, angsuran pertama mulai 31 Des 97 dengan bunga pertahun 20%. Bila
dihitung dengan masing-masing metode maka:
1. Buatlah tabel penghitungan bila bunga dan angsuran pokoknya dengan
metode tetap! Tulislah juga jurnalnya!
2. Buatlah tabel penghitungan dengan bunga menurun dan angsuran pokok
pinjamannya tetap! Tulislah juga jurnal yang diperlukan!
3. Buatlah
tabel penghitungan bila bunga dan angsuran pokoknya dengan metode annuitet!
Tulislah juga jurnalnya!
Jawaban
soal 1:
1). Bunga
Tetap dan Angsuran Pokok Pinjaman Tetap
16.000.000
- (25% x 16.000.000) = 12.000.000
Anguran
Pokok: 12.000.000 / 4 = 3.000.000
Bunga:
20% x 12.000.000 =
2.400.000 +
Jumlah angsuran per tahun = 5.400.000
Ternyata tingkat bunga sesungguhnya jauh lebih tinggi (32%)
dibanding yang tertera = 20% sehingga nasabah sebenarnya dikelabui (rugi).
Pencatatan akuntnsinya (jurnal):
a)
Jurnal untuk mencatat penjualan:
Kas Rp.
4.000.000
Piutang Penjualan
Angsuran Rp. 12.000.000
Penjualan
Angsuran Rp. 16.000.000
b)
Jurnal untuk mencatat angsuran:
Kas Rp.
5.400.000 (kolom 3)
Piutang
Penj. Angsuran Rp. 3.000.000 (kolom 1)
Pendapatan
Bunga Rp. 2.400.000 (kolom 2)
B.
Bunga Menurun dan Angsuran Pokok
Pinjaman Tetap
Artinya besarnya
bunga menurun karena dikalikan dengan besarnya sisa pinjaman yang semakin
menurun tetapi angsuran pokok pinjaman setiap kali dilakukan pembayaran kredit
besarnya sama.
16.000.000-
(25%x16.000.000) =
12.000.000
Anguran Pokok =
12.000.000 / 4 = 3.000.000
Bunga = 20% x
12.000.000 =
2.400.000 +
Jumlah angsuran
per tahun = 5.400.000
Ternyata tingkat
bunga sesungguhnya sama dengan yang tertera = 20%
Pencatatan:
a)
Jurnal untuk mencatat penjualan:
Kas
Rp.
4.000.000
Piutang Penjualan
Angsuran Rp. 12.000.000
Penjualan Angsuran
Rp. 16.000.000
b)
Jurnal untuk mencatat angsuran 1:
Kas
Rp. 5.400.000 (kolom 3)
Piutang Penjualan.
Angsuran Rp. 2.400.000 (kolom
1)
Pendapatan Bunga Rp. 1.200.000 (kolom 2)
c)
Jurnal untuk mencatat angsuran 2:
Kas
Rp. 4.800.000 (kolom 3)
Piutang Penjualan.
Angsuran Rp. 3.000.000 (kolom
1)
Pendapatan Bunga Rp. 1.800.000
(kolom 2)
d)
Jurnal untuk mencatat angsuran 3:
Kas
Rp. 4.200.000 (kolom 3)
Piutang Penjualan.
Angsuran Rp. 3.000.000 (kolom
1)
Pendapatan Bunga Rp. 1.200.000 (kolom 2)
e)
Jurnal untuk mencatat angsuran 4:
Kas
Rp. 3.600.000 (kolom 3)
Piutang Penjualan.
Rp. 3.000.000
(kolom 1)
Angsuran
Pendapatan Bunga Rp. 600.000 (kolom 2)
C.
Penghitungan bunga dan angsuran
dengan Metode Anuitet:
Yaitu metode penghitungan bunga dan angsuran yang besarnya pembayaran bunga dan angsuran pokok pada awalnya diperhitungkan dulu dengan mengalikan angka anuitasnya.
Contoh
Soal II:
Tanggal 1 Marret
1997 PT. Nrimo menjual mobil seharga Rp 60.000.000 dengan fasilitas kredit 5
kali dan uang muka 25% harga tunai dan bunga 48% setahun. Pembayaran kredit tiap
bulan dilakukan setiap tanggal 30.
Berapakah cicilan pokok dan bunganya harus
dibayar bila menggunakan metode anuitet?
Jawaban Soal II:
Langkah 1: 45.000.000: PV
Annuitet (4%, 5 th) = 45.000.000 / 4,451822 = Rp.10.108.220
Langkah 2: 4% x 45.000.000
= 1.800.000
Langkah 3: 10.108.220 – (4%
x 45.000.000) = 8.308.220
Langkah 4: 45.000.000-8.308.220
= 36.691.780
Langkah 5: kembali spt
langkah 2: 4% x 36.691.780 = 1.467.671 dst seperti pada langkah 3
Penjurnalannya:
1).
Jurnal
untuk mencatat penjualan:
Kas Rp.
15.000.000
Piutang
Penjualan Angsuran Rp.
45.000.000
Penjualan
Angsuran Rp.
60.000.000
2).
Jurnal
untuk mencatat angsuran 1:
Kas Rp. 10.108.220 (kolom 3)
Piutang
Penj. Angsuran Rp.
8.308.220 (kolom 1)
Pendapatan Bunga Rp. 1.800.000 (kolom 2)
Jurnal
untuk mencatat angsuran 2:
Kas Rp. 10.108.220 (kolom 3)
Piutang
Penj. Angsuran Rp.
8.640.549 (kolom 1)
Pendapatan Bunga Rp. 1.467.671 (kolom 2)
Jurnal
untuk mencatat angsuran 3:
Kas Rp. 10.108.220 (kolom 3)
Piutang
Penj. Angsuran Rp.
8.986.171 (kolom 1)
Pendapatan Bunga Rp. 1.122.049 (kolom 2)
Jurnal
untuk mencatat angsuran 4:
Kas
Rp. 10.108.220 (kolom 3)
Piutang Penj.
Angsuran Rp.
9.345.618 (kolom 1)
Pendapatan Bunga Rp. 762.602 (kolom2)
Jurnal
untuk mencatat angsuran 5:
Kas
Rp. 10.108.220 (kolom 3)
Piutang Penj.
Angsuran Rp.
9.719.442 (kolom 1)
Pendapatan Bunga Rp. 388.778 (kolom2)
3. TUKAR TAMBAH (UANG MUKA BARANG BEKAS).
Dalam penjualan angsuran seringkali penjual barang angsuran memperoleh down payment (uang muka) berupa barang bekas. Hal ini dilakukan untuk menarik pembeli barang angsuran. Uang muka berupa barang bekas yang menentukan harganya adalah penjual barang angsuran. Besarnya nilai realisasi yang diakui tidak boleh lebih besar daripada harga pokok pengganti.
Contoh
Soal:
Pada awal tahun
1990 Toko Barang Elektronik “COLOMBUS” menjual TV berwarna 20 inchi secara
angsuran seharga Rp. 1.375.000. Cara pembayarannya adalah sebagai berikut:
·
Sebagai uang muka diterima sebuah televisi
20 inchi hitam putih yang harganya disepakati Rp. 375.000.
·
Sisanya kemudian diangsur sebanyak 10
angsuran bulanan yang masing-masing besarnya Rp. 100.000.
Televisi bekas yang diterima tersebut direncanakan dapat diperbaiki dengan biaya Rp. 37.500. Kemudian setelah diperbaiki diperkirakan dapat dijual seharga Rp. 350.000. Penjualan seharga ini telah dihitung oleh perusahaan bahwa perusahaan memperoleh laba normal dan biaya pemasaran, masing-masing sebesar 20% dan 5% dari harga jual. Harga perolehan televisi sebesar Rp. 1000.000. Dalam transaksi ini nilai bersih televisi bekas dan kelebihan harga dapat dihitung sebagai berikut:
|
Taksiran
Harga Jual ·
Taksiran biaya perbaikan ·
Laba normal ·
Biaya Pemasaran Taksiran
nilai realisasi bersih Taksiran
nilai realisasi bersih Harga
disepakati Kelebihan
Harga
Transaksi
tersebut akan dicatat: ·
Untuk mencatat penjualan: Piutang Penjualan
Angsuran Persediaan Barang
Dagangan Cadangan Kelebihan
Harga Penjualan Angsuran
·
Untuk mencatat harga pokok penjualan angsuran: Harga Pokok Penjualan
Angsuran Persediaan Barang
Dagangan
Untuk
mencapai laba kotor penjualan angsuran yang belum direalisasir: Apabila
selama satu periode tersebut tidak terjadi penjualan angsuran yang lain, maka
pada akhir periode akan dibuat jurnal penyesuaian untuk mencatat laba kotor
yang belum direalisir: • Harga jual yang
disepakati • Cadangan kelebihan
harga • Harga jual yang
sesungguhnya • Harga Pokok
Penjualan • Laba kotor
penjualan angsuran
|
37.500 70.000 17.500
1000.000 250.000 125.000
1.000.000 |
+ |
350.000
125.000 250.000 250.000 375.000 125.000
1.375.000
1.000.000
1.375.000 125.000 1.250.000 1.000.000 250.000
|
_
_ |
Untuk Lebih Jelasnya Bisa Tonton Video ini







Komentar
Posting Komentar